
Pertenunan St Maria Boro Kulonprogo Yogyakarta yang didirikan tahun 1938 masih terus mengemban visi-misi pertenunan milik Kongregasi Bruder FIC yakni memberdayakan kehidupan sosial ekonomi masyarakat sekitar. Walau masih menggunakan ATBM, pertenunan ini tetap menjaga kualitasnya. Namun prokduktivitasnya masih terbatas. Bagaimana ke depannya? Pimpinan pertenunan ini, Br Petrus Sutimin FIC pun mulai mengupayakan penggunaan mesin tenun dari
Bandung. Tujuannya, untuk meningkatkan produktivitas dan memenuhi pesanan dalam jumlah besar. Tentu kesejahteraan para karyawanpun akan meningkat pula.
Lihat ringkasan isi...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar